Rabu, 02 Desember 2009

Sukses Setiap Orang Berbeda


Hal itu tentu sangat jelas tergantung usaha dari orang yang bersangkutan tentang apa yang telah dilakukan selama ini. Walaupun dia berada dalam bidang yang sama, seperti Pengusaha misalnya. Belum tentu antara pengusaha yang berlainan tersebut akan mengalami persamaan sukses. Bidangnya sama di usaha makanan catering. Tentu masing-masing Pengusaha tersebut mempunyai ide, trik bisnis dan cara-cara yang berbeda untuk memasarkan produknya dan tentu hasilnya juga akan berbeda.

Jatuh bangunnya sebuah usaha tentu akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan klasik seperti bagaimana itu bisa terjadi, apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan usaha saya, mengapa saya belum bisa mengembangkan usaha saya, dan tentu ada pertanyaan mengapa saya tidak bisa seperti mereka yang kini sudah sukses?

Yang penting kita jangan berkecil hati. Lakukan yang terbaik. Mungkin semua itu adalah cobaan Yang Maha Kuasa. Ada baiknya kita semakin sering berkonsultasi dengan orang yang lebih sukses dari kita terutama mengenai bidang yang kita geluti. Ibaratnya kita harus terus belajar. Ada pepatah mengatakan " Kejarlah ilmu sampai ke Negeri Cina ". Ingat kegagalan adalah awal dari kesuksesan.

Senin, 23 November 2009

Kenapa Harus Sukses


Pertanyaan konyol tersebut memang perlu dijawab. Walaupun terkadang kita mejawab serasa orang yang bertanya itu kelihatannya tolol. Kenapa? Ya, karena pertanyaan tersebut kadang membuat kita bertanya kembali, mengapa orang tersebut harus bertanya seperti itu? Na.., jadi bingung kan?. Ok biar tidak tambah bingung, alangkah baiknya kita telusuri alangkah penting  seseorang terrsebut dapat meraih suatu kesuksesan.


Sukses ada banyak. Salah satu saja sukses dalam karier. Kalau karier seseorang sudah ada pada puncak kesuksesan, tentu orang tersebut akan menjadi bangga. Ya, paling tidak kondisi perekonomian si Orang tersebut dapat dikatakan melebihi mapan. Namun, kalo ditanya urusan asmara, mudah-mudahan juga sudah mantap. Kalo kita lihat peserta Take Me Out Indonesi, kebanyakan disana didominasi oleh orang-orang yang sudah sukses dalam karier namun masih mengalami problema dalam urusan asmara.


Ok, lanjut lagi ke masalah sukses. Kesuksesan memang tidak dapat diraih dengan mudah. Suksespun di artikan berbeda oleh seseorang. Misalnya dalam sebuah reuni akbar SMA. Katakanlah si Budi bertemu dengan teman-temannya dan ditanya kerja atau sibuk apa sekarang? Budi menjawab : Cuma ngurusin Villa dan Hotel yang baru dibeli. Wow......, mungkin teman-temannya mengganggap Budi sudah sukses karena bisa mempunyai Villa dan Hotel dan sekarang sedang menggeluti bisnis tersebut. Tetapi di benak Budi, hal tersebut biasa-biasa saja dan tidak terlalu terkesan menjolok. Namun  teman-temannya beranggapan lain. Untuk itu, kesan sukses tersebut tergantung dari sudut mana dinilai dan apa yang diambil dari makna tersebut.

Sukses di satu bidang akan berpengaruh pada bidang lainnya. Karier, kemudian urusan asmara biasanya akan menyusul. Kenapa? Orang-orang sukses, seperti Pengusaha misalnya, dengan mudahnya mendapatkan dambaan hati dan meneruskan ke jenjang pernikahan. Namun, kadang-kadang mencari dambaan hati yang pas dengan selera memang susah-susah gampang. Begitu juga orang yang sukses di bidang-bidang lain. Sukses tersebut juga akan berdampak pada kelangsungan keluarga dan rumah tangga. Keluarga lebih teratur, yang biasanya cuma makan 2 kali sehari, sekarang sudah 3 kali lengakap dengan lauk pauk empat sehat lima sempurna.


Sebenarnya banyak lagi yang bisa diungkapkan dari sukses tersebut. Kadang seseorang yang sudah mendapatkan pekerjaan tetap dibilang sukses, sukses dalam pekerjaan. Ya, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Tapi hidup akan lebih berarti dan bermakna apabila kesuksesan yang diraih benar-benar dari hasil jerih payah sendiri bukan hasil yang bukan-bukan, karena hal itu akan kita syukuri sebagai suatu tantangan dan kita dapat meraih dengan petunjuk Yang Maha Kuasa.




 

Kamis, 19 November 2009

Semua Bisa Sukses


Siapa pun didunia ini menginginkan kesuksesan, baik kesuksesan  dalam karir, belajar, finansial, bisnis dan lain-lain. Angan-angan tersebut adalah wajar sebagai manusia normal. Namun perrsoalannya sering menjadi masalah yaitu bilamana seseorang tersebut gagal dalam meraih kesuksesan tersebut. Kesuksesan yang dicita-citakan tidak kesampain terbentur halangan-halangan dan hambatan yang memang sering mengganjal setiap langkah yang ingin mencapainya.


Ketika kita melihat di sekitar kita, sukses tersebut tidak semua orang dapat mencapai. Ingat, sukses tersebut bukan karena faktor keberuntungan semata. Mungkin hanya 20% saja masuk kategori keberuntungan, namun sisa nya memang dari hasil jerih payah dan kerja keras. Setiap orang garis tangan atau nasib hidupnya memang berbeda-beda. Dari hal tersebut menandakan rejeki dan keberuntungan setiap orang berbeda.

Alangkah bahagianya kalau semua orang didunia ini sukses sesuai dengan yang mereka harapkan. Tentu dunia ini tidak lagi diliputi kesedihan akan kegagalan-kegagalan setiap insan manusia yang pernah dilalui. Namun ternyata Tuhan Yang Esa mungkin berkehendak lain. Kalo hal tersebut terjadi, saya kira, hukum keseimbangan akan tidak terjadi. Ada kaya, ada miskin,  ada susah ada senang,  ada bahagia ada sedih, ada sukses ada kegagalan. Semua manusia terlahir memiliki pengetahuan dan cara fikir yang berbeda-beda. Dari perbedaan tersebut tentu menimbulkan berbagai macam pendapat. Nah, perlu logika yang tepat dalam menilai pendapat tersebut. Begitu juga kesuksesan. Masing-masing orang menggunakan dan mempunyai metode sendiri dalam meraih kesuksesan. Seperti saya sendiri, walaupun sudah menyandang predikat Sarjana, tidak akan pernah berhenti untuk belajar, belajar, dan belajar lagi. Hal-hal baru memang sering ditemui. Justru dengan sering banyak belajar hal-hal yang positif, maka kita akan berada dalam hawa positif juga. Yang tentu akan memberikan kesejukan di lingkungan kita.

Semua orang, marilah kita bangkitkan diri, walaupun terkadang kata-kata tersebut sudah bosan didengar dan diucapakn namun, tidak ada salahnya kita bangkitkan diri menuju sesuatu yang lebih baik. Ketika kita berada dalam posisi sukses, saya kira hal lain pun akan mendekat. Karier yang sudah berlangsung dengan mantap, usaha lancar, maka mungkin kita akan dilirik oleh lawan jenis yang ujung-ujungnya nanti adalah mempunyai pendamping hidup. Seperti hal yang memang saya dambakan selama ini. Nah, akibat sukses itu luar biasa. Untuk itu mari bersama-sama kita sukses dan bahagiakan diri menuju hari yang lebih baik.
Semoga.


Senin, 16 November 2009

Kesuksesan Yang Terdunda


Menunda-nunda apaapun itu adalah tidak baik. Hal yang sepele misalnya : Bayangkan kalau kita akan berangkat ke Jakarta jam 4 waktu setempat. Dalam hal ini kita tidak mungkin menunda keberangkatan pesawat tersebut, kecuali kita menunda pemakain tiket dan mengkormimasi dengan bagian tiket. Mungkin makna sederhana dari contoh tersebut adalah, adanya kebiasaan menunda sesuatu itu wajar, asalkan memang dalam kondisi yang tidak memungkinkan. Bagaimana kalo menunda sukses?.

Memang dalam meraih kesuksesan, bagian yang disebut menunda-nunda banyak kemungkinan penyebabnya.
Para ahli psikologi seolah berlomba menemukan sebab mengapa kita sering menunda-nunda. Dari kajian terhadap struktur otak ternyata tidak ditemukan adanya ‘jembatan’ yang menghubungkan antara apa yang kita rencanakan dan apa yang akan kita laksanakan. Agar kita tidak menunda-nunda, buat sarana pengingat yang membantu kita. Contoh, agar kita bisa bangun malam jam 2, pasang jam beker (atau weker). Jika pakai satu tidak bangun, pakai dua beker.

 Kebiasaan menunda mungkin banyak terjadi pada kita. Kesempatan yang datang kita lewatkan, kita mengira besok akan ada kesempatan yang lebih bagus lagi. Begitu seterusnya setiap ada kesempatan kita lewatkan. Akhirnya kita tidak akan pernah mengambil satupun peluang, kita tidak melakukan apapun, sampai akhirnya kita menyadari telah begitu banyak membuang kesempatan.

Kebanyakan penyebab dari kegagalan adalah karena kebiasaan menunda.  Jadi, jangan pernah menunda jika bisa kita lakukan saat ini juga, walau hanya 1 hari.